HTN & HBN 2025 BENGKEL BAHARI

SIARAN PERS

Bengkel Bahari & FKPLB Gelar Aksi Tanam Ribuan Mangrove di Pantai Lontar Peringati Hari Tani dan Hari Bahari Nasional

Serang, Banten — 27 September 2025.
Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional dan Hari Bahari Nasional 2025, Bengkel Bahari bersama Forum Komunitas Peduli Lingkungan Banten (FKPLB) menggelar aksi penanaman ribuan bibit mangrove di pesisir Pantai Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Kegiatan ini melibatkan puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas nelayan, kelompok tani, pemuda, mahasiswa, hingga aparat pemerintah daerah. Penanaman mangrove dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan pesisir yang kian rentan terhadap abrasi dan kerusakan ekosistem.

Aris Munandar, Ketua Pelaksana kegiatan, menegaskan bahwa peringatan Hari Tani dan Hari Bahari harus dimaknai sebagai momen kebangkitan kesadaran ekologis masyarakat.

> “Hari Tani menegaskan pentingnya pangan, sementara Hari Bahari mengingatkan kita pada peran laut sebagai masa depan bangsa. Melalui penanaman mangrove, kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar bahwa menjaga daratan dan laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua,” ujarnya.


Sementara itu, Dabit Sahl Fawwazulilmi, Founder Bengkel Bahari, menekankan peran vital mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kehidupan masyarakat pesisir.

> “Tanaman ini dapat mencegah abrasi dan gelombang pasang air laut serta bermanfaat sebagai cadangan oksigen kehidupan di tengah maraknya penebangan pohon di sekitar pesisir pantai. Melalui gerakan ini, Bengkel Bahari ingin mengajak masyarakat untuk menanam sekaligus merawat mangrove sebagai warisan ekologi bagi generasi mendatang,” tegasnya.


Kegiatan ini turut diapresiasi oleh masyarakat setempat. Pendi, Sekretaris Desa Lontar, menyampaikan harapan agar aksi tanam mangrove tidak hanya berhenti pada seremoni, melainkan terus berlanjut dengan perawatan berkelanjutan.

> “Sudah banyak yang melakukan penanaman mangrove di sini, tapi sedikit yang bisa merawatnya sampai tumbuh subur. Harapannya, kegiatan ini bisa terus dijaga dan berlanjut,” ungkapnya.

Bengkel Bahari bersama FKPLB menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan kolaborasi lingkungan di Banten, terutama di kawasan pesisir yang rawan abrasi dan krisis ekosistem.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggali Lima Kekuatan Kolaborasi Pentahelix dalam Pembangunan Berkelanjutan

Mahasiswa ilmu perikanan UNTIRTA Ciptakan Wadah Umpan Berlampu, Begini Hasilnya....

KAJIAN BENGKEL BAHARI 29 JUNI 2025, REVITALISASI PERIKANAN TRADISIONAL MENUJU BIOEKONOMI MARITIM.