Mahasiswa ilmu perikanan UNTIRTA Ciptakan Wadah Umpan Berlampu, Begini Hasilnya....

INOVASI CERDAS WADAH UMPAN BERLAMPU: Menarik Perhatian Udang di Perairan Gelap

Penulis: Dabit Sahl Fawwazulilmi 
Kamis, 19 Juni, 2025
               poster hasil keseluruhan 2025

Serang, 24 Mei 2025 – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dari Program Studi Perikanan kembali menunjukkan kreativitasnya melalui inovasi teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan. Kali ini, Kelompok 2 yang terdiri dari Dabit Sahl F, M. Zulfa Akbar, dan Putri Angeli berhasil menciptakan wadah umpan berteknologi lampu LED yang ditujukan untuk menarik perhatian udang dan ikan kecil, terutama saat malam hari.

Alat ini dibuat dari tabung akrilik berukuran 46x55 mm dengan panjang 21 cm, terdiri dari dua bagian utama, yaitu ruang untuk lampu LED sepanjang 13 cm dan ruang umpan sepanjang 8 cm. Antara lampu dan umpan dipisahkan oleh akrilik bulat, sementara lubang-lubang kecil di sekeliling tabung berfungsi menyebarkan aroma umpan ke perairan.

Cahaya hijau dari lampu LED berperan sebagai daya tarik utama, karena berdasarkan sejumlah penelitian, spektrum cahaya ini mampu menarik perhatian biota perairan seperti udang dan ikan kecil.

Uji Coba dan Hasil

          uji coba di embung Sindang Untirta 

Pengujian alat dilakukan di Embung UNTIRTA Sindangsari selama lima hari (19–24 Mei 2025). Menggunakan alat tangkap bubu yang dipasangi wadah umpan berlampu, para peneliti muda ini mencatat hasil tangkapan sebanyak 28 ekor udang jenis Macrobrachium lanchesteri. Rata-rata panjang udang yang tertangkap berkisar antara 1,8 hingga 2,3 cm, dan data diolah menggunakan metode histogram di Excel.

Namun, meski teknologi ini menarik dari sisi desain dan konsep, hasil uji coba menunjukkan efektivitasnya masih terbatas. Tim menyimpulkan bahwa penggunaan alat ini di embung kurang maksimal dan menyarankan penggunaannya lebih tepat untuk lingkungan laut.

Rekomendasi dan Harapan ke Depan

Selain merekomendasikan agar alat ini diuji coba di laut, tim juga menyarankan agar material alat dibuat dari bahan yang lebih murah serta pengencangan bagian tutup lebih diperhatikan agar umpan tidak mudah keluar.

Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat mahasiswa dalam menjawab tantangan dunia perikanan terus berkembang, terlebih dengan pendekatan teknologi sederhana yang aplikatif. Dengan pengembangan lebih lanjut, alat ini berpotensi menjadi salah satu teknologi bantu tangkap yang hemat energi dan ramah lingkungan.
        Dokumentasi alat tangkap bubu bambu

Tujuan Inovasi Wadah Umpan dengan Teknologi Lampu

1. Meningkatkan Efektivitas Penangkapan Udang/Ikan Kecil
Menggunakan cahaya lampu LED, khususnya cahaya hijau, untuk menarik perhatian biota perairan seperti udang dan ikan kecil, terutama pada malam hari atau di perairan gelap.

2. Mengurangi Ketergantungan pada Metode Tradisional
Menghadirkan alternatif modern yang praktis dan ramah lingkungan sebagai alat bantu penangkapan yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

3. Menguji Efektivitas Alat di Berbagai Lokasi Perairan
Melalui pengujian di embung (dan nantinya di laut), inovasi ini diuji untuk mengetahui efektivitasnya dalam berbagai kondisi perairan.

4. Mendorong Pengembangan Teknologi Sederhana di Bidang Perikanan
Mempromosikan penggunaan teknologi sederhana namun fungsional yang bisa dikembangkan oleh masyarakat pesisir atau nelayan kecil.

5. Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa
Sebagai bentuk implementasi ilmu dan kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi sektor perikanan tangkap.

Peyetingan Alat Tangkap: Setting – Hauling – Missing
                 Dokumentasi kegiatan setting 

1. Setting (Penyetingan)

Merupakan tahap awal pemasangan alat tangkap (bubu) di lokasi perairan, dalam hal ini dilakukan di Embung UNTIRTA Sindangsari.

Waktu penyetingan: Dilakukan pada sore hingga malam hari saat udang mulai aktif.

Alat: Bubu + wadah umpan berlampu LED dipasang dengan posisi strategis untuk menarik perhatian udang menggunakan aroma umpan dan cahaya.

Jumlah unit: Disesuaikan dengan kapasitas lokasi dan durasi pengamatan.

Durasi penyetingan: 24 jam per siklus (dalam penelitian dilakukan selama 5 hari berturut-turut).

2. Hauling (Penarikan)

Merupakan tahap penarikan atau pengambilan alat tangkap setelah waktu setting berakhir.

Waktu hauling: Biasanya dilakukan keesokan harinya pada waktu pagi atau siang hari.

Metode: Alat diangkat satu per satu, kemudian jumlah dan ukuran hasil tangkapan (udang) langsung dicatat atau disimpan.

Data dicatat: Total tangkapan, panjang udang, dan kemungkinan udang yang lepas atau tidak tertangkap maksimal.

3. Missing (Kehilangan Alat atau Hasil)

Merupakan potensi kehilangan hasil atau alat karena beberapa faktor.

Kemungkinan penyebab missing:

1. Umpan keluar dari wadah karena ikatan tidak kuat
2. Lubang terlalu besar atau posisi wadah tidak stabil
3. Gangguan dari biota lain atau kondisi air yang tidak sesuai

Solusi rekomendasi:

1. Memperkuat tutup wadah dengan karet atau pengikat khusus
2. Menyesuaikan ukuran lubang dan bahan alat agar lebih tahan lama
3. Melakukan uji coba lanjutan di lokasi laut yang lebih optimal

Hasil Tangkapan

Hasil tangkapan diperoleh dari uji coba penggunaan alat bantu wadah umpan berlampu LED yang dipasang pada alat tangkap bubu selama 5 hari (19–24 Mei 2025) di Embung UNTIRTA Sindangsari. Berikut ini ringkasan hasilnya:

Jumlah total udang yang tertangkap: 28 ekor Jenis udang: Macrobrachium lanchesteri (De Man, 1911) Rata-rata panjang udang: 1,8 – 2,3 cm, Durasi penangkapan: 24 jam/hari Distribusi panjang udang (dari grafik histogram): Panjang 1,8–2,3 cm: 10 ekor (paling dominan) Panjang 2,3–2,9 cm: 6 ekor Panjang 2,9–3,5 cm: 8 ekor Panjang 3,5–4,1 cm: 3 ekor Panjang >4,1 cm: 1 ekor
                  Dokumentasi hasil tangkapan 

Analisis Singkat

Mayoritas udang yang tertangkap berukuran kecil hingga sedang.

Penangkapan paling banyak terjadi pada malam hari, yang menunjukkan bahwa cahaya hijau dari lampu LED efektif menarik perhatian udang saat kondisi gelap.

Namun, jumlah tangkapan secara keseluruhan masih tergolong rendah, menandakan bahwa efektivitas alat ini kurang maksimal bila digunakan di perairan tertutup seperti embung.

Kesimpulan

Inovasi wadah umpan berlampu dengan teknologi LED berhasil dikembangkan sebagai alat bantu tangkap untuk menarik perhatian udang dan ikan kecil, khususnya pada malam hari. Uji coba yang dilakukan selama lima hari di Embung UNTIRTA menunjukkan bahwa alat ini mampu menangkap sebanyak 28 ekor udang jenis Macrobrachium lanchesteri dengan ukuran rata-rata 1,8–2,3 cm.

Namun demikian, efektivitas alat masih terbatas saat digunakan di perairan tertutup seperti embung. Beberapa faktor seperti jenis habitat, kekuatan bahan, dan sistem pemasangan masih perlu disempurnakan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Harapan ke Depan

1. Pengembangan Uji Coba di Laut
Diharapkan alat ini dapat diuji lebih lanjut di perairan laut atau tambak yang memiliki populasi udang lebih tinggi dan kondisi arus yang lebih dinamis.

2. Perbaikan Desain dan Material
Penggunaan bahan yang lebih ekonomis, kuat, dan ramah lingkungan dapat meningkatkan efisiensi dan daya tahan alat di lapangan.

3. Peningkatan Efektivitas Cahaya
Penyesuaian jenis dan intensitas cahaya LED agar lebih sesuai dengan respons spesies target di berbagai perairan.

4. Penerapan untuk Skala Komunitas Nelayan
Alat ini berpotensi untuk dikembangkan secara massal dan digunakan oleh nelayan kecil sebagai teknologi sederhana yang hemat energi dan ramah lingkungan.

5. Kolaborasi dengan Industri dan Peneliti
Harapannya inovasi ini dapat menjadi langkah awal untuk kolaborasi lanjutan antara akademisi, nelayan, dan industri perikanan dalam menciptakan alat tangkap yang modern namun tetap lestari.

Kata Penutup

Melalui inovasi sederhana namun penuh makna ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi perikanan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau. Meskipun hasil yang diperoleh masih memiliki keterbatasan, inovasi ini menjadi langkah awal menuju kemajuan alat bantu tangkap yang adaptif terhadap kebutuhan nelayan masa kini.

Kami menyadari bahwa proses inovasi adalah perjalanan yang terus berkembang. Oleh karena itu, saran dan masukan dari berbagai pihak sangat kami harapkan guna penyempurnaan di masa mendatang. Semoga karya ini dapat menjadi inspirasi dan pijakan awal bagi terciptanya solusi perikanan tangkap yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Dengan berakhirnya kegiatan inovasi ini, kami berharap alat bantu wadah umpan berlampu dapat menjadi langkah awal pengembangan teknologi tangkap yang aplikatif dan ramah lingkungan. Semoga inovasi ini memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang perikanan tangkap, dan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat pesisir.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggali Lima Kekuatan Kolaborasi Pentahelix dalam Pembangunan Berkelanjutan

KAJIAN BENGKEL BAHARI 29 JUNI 2025, REVITALISASI PERIKANAN TRADISIONAL MENUJU BIOEKONOMI MARITIM.