Memaraknya gelar di Indonesia
Berbicara tentang gelar atau title di masyarakat Indonesia, seberapa penting gelar ini?.....
Kenapa sih masyarakat kita jadi gila gelar? Sebut saja beliau yang belakangan ini bikin heboh karena mendapat gelar doktor kadangmemang persoalan doktor atau prof ini selalu menjadi perbincangan masyarakat tertentu ada yang memang stigma jelek ataupun bagus salah sebuah keunikan yang memang tersirat. Talenta-nya tidak diragukan. Tapi kenapa dia jadi tergiur dengan gelar kehormatan yang kemudian dipertanyakan kredibilitas kampus yang memberikannya itu?
Memangnya kurang keren selama ini apa yang sudah dia raih sampai ingin dapat pengakuan berupa gelar akademik semacam itu?
Bahkan ada juga pejabat aktif yang tahun lalu setelah dapat Dr (HC) gak lama kemudian dapat juga gelar Prof (HC). Saya geleng-geleng kepala. Kemaruk banget sih. Padahal kapasitas dan prestasinya juga gak ada. Jadi kasihan sama mereka yang memang berhak menerima gelar kehormatan itu. Akhirnya disamakan seolah mendapat gelar kehormatan dengan cara-cara yang kurang terhormat.
Lebih kasihan lagi para dosen di tanah air yang sedang menempuh program s3 atau mereka yang sedang berusaha keras untuk bisa mendapatkan kenaikan pangkat sebagai guru besar. Mereka jadi melongo melihat tokoh, selebriti, artis ramai-ramai mendapat gelar Prof Dr tanpa karya ilmiah.
Fenomena "gila gelar" di Indonesia mencerminkan kombinasi antara budaya yang sangat menghargai gelar, keinginan akan pengakuan sosial, serta kurangnya pengawasan ketat dalam pemberian gelar kehormatan. Untuk mengatasi hal ini, penting bagi institusi akademik untuk lebih tegas dalam menjaga standar pemberian gelar, serta untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti dan proses pencapaian gelar akademik yang sesungguhnya.
INGAT, GELAR ITU HANYA TANDA PERNAH SEKOLAH. BUKAN TANDA BAHWA YANG PUNYA GELAR ITU LEBIH PINTAR ATAU LEBIH BERMANFAAT BUAT SESAMA.
Komentar
Posting Komentar